Gei,
Aku nggak bisa bohong! Aku kehilangan dia. Seperti ada ruang kosong yang mengangga di hidupku, setelah aku memutuskan, untuk berhenti mengharapkannya.
Gei,
Rasa kehilangan itu ternyata sangat sakit. Aku bisa tersenyum, tertawa, seolah semua berjalan biasa. Tapi hatiku, kosong, hampa.
Gei,
Dia adalah semangat hidupku. Perubah hidupku. Tapi akal sehatku, memaksaku untuk melupakannya. Moral, tanggung jawab, takdir, semua tidak berujung padanya. Bagai dua kutub yang saling bertentangan. Dan akan sangat bodoh, untuk memaksakannya bertemu. Akan sangat sakit, lelah!
Gei,
Biarlah kujalani takdirku. Bukankah itu suratan yang harus aku terima? Terlanjur! Lagipula, untuk apa memperjuangkan orang yang bahkan tidak peduli pada kita. Orang yang hanya mempermainkan hati dan hidup kita. Sebuah kesalahan besar, bila aku meninggalkan orang-orang yang mencintaiku, membutuhkanku, menyayangiku dengan utuh, untuk seseorang, yang sama sekali tidak menginginkanku. Yang bahkan memperlakukanku seperti sampah.
Gei,
Ini bukan yang pertama. Berkali-kali. Dan setiap kali, aku selalu membuka hati untuknya. Tapi kali ini tidak! Cukup sudah! Aku letih. Waktuku tidak banyak lagi. Aku ingin menata hati dan hidupku, menjalani sesuai yang seharusnya. Tidak boleh lagi membuang-buang waktu dan energiku yang berharga.
Gei,
Aku target, tahun ini, aku harus berhasil mencapai semua yang ku inginkan:
1. LUNAS HUTANG PRIBADI (penyisihan kombinasi)
2. UMROH ( dari tabungan 10%)
3. SELESAI DAN TERBIT SATU BUKU
4. TABUNGAN 10% TOTAL PENDAPATAN
5. KULIAH S1 AKUNTING UT
UNTUK TAHUN 2018
1. VIDEO KLIP dan REFRESHING (tabung 10% dari uang belanja)
2. TABUNGAN PRIBADI MINIMAL 18 JUTA. (berarti, semua penghasilan akuntingku harus kutabung!)
3. KULIAH S2
Tapi aku memang tidak bisa bergantung pada penghasilan sebagai freelancer akunting.
Aku harus segera mendapatkan pekerjaan yang lebih stabil. Termasuk merintis usaha!
Gei,
Doakan aku ya, aku harus fokus pada target-targetku. Supaya aku bisa melupakan dia, SELAMANYA!!!!
Aku nggak bisa bohong! Aku kehilangan dia. Seperti ada ruang kosong yang mengangga di hidupku, setelah aku memutuskan, untuk berhenti mengharapkannya.
Gei,
Rasa kehilangan itu ternyata sangat sakit. Aku bisa tersenyum, tertawa, seolah semua berjalan biasa. Tapi hatiku, kosong, hampa.
Gei,
Dia adalah semangat hidupku. Perubah hidupku. Tapi akal sehatku, memaksaku untuk melupakannya. Moral, tanggung jawab, takdir, semua tidak berujung padanya. Bagai dua kutub yang saling bertentangan. Dan akan sangat bodoh, untuk memaksakannya bertemu. Akan sangat sakit, lelah!
Gei,
Biarlah kujalani takdirku. Bukankah itu suratan yang harus aku terima? Terlanjur! Lagipula, untuk apa memperjuangkan orang yang bahkan tidak peduli pada kita. Orang yang hanya mempermainkan hati dan hidup kita. Sebuah kesalahan besar, bila aku meninggalkan orang-orang yang mencintaiku, membutuhkanku, menyayangiku dengan utuh, untuk seseorang, yang sama sekali tidak menginginkanku. Yang bahkan memperlakukanku seperti sampah.
Gei,
Ini bukan yang pertama. Berkali-kali. Dan setiap kali, aku selalu membuka hati untuknya. Tapi kali ini tidak! Cukup sudah! Aku letih. Waktuku tidak banyak lagi. Aku ingin menata hati dan hidupku, menjalani sesuai yang seharusnya. Tidak boleh lagi membuang-buang waktu dan energiku yang berharga.
Gei,
Aku target, tahun ini, aku harus berhasil mencapai semua yang ku inginkan:
1. LUNAS HUTANG PRIBADI (penyisihan kombinasi)
2. UMROH ( dari tabungan 10%)
3. SELESAI DAN TERBIT SATU BUKU
4. TABUNGAN 10% TOTAL PENDAPATAN
5. KULIAH S1 AKUNTING UT
UNTUK TAHUN 2018
1. VIDEO KLIP dan REFRESHING (tabung 10% dari uang belanja)
2. TABUNGAN PRIBADI MINIMAL 18 JUTA. (berarti, semua penghasilan akuntingku harus kutabung!)
3. KULIAH S2
Tapi aku memang tidak bisa bergantung pada penghasilan sebagai freelancer akunting.
Aku harus segera mendapatkan pekerjaan yang lebih stabil. Termasuk merintis usaha!
Gei,
Doakan aku ya, aku harus fokus pada target-targetku. Supaya aku bisa melupakan dia, SELAMANYA!!!!
Komentar
Posting Komentar